GeoInsight #6: Menelusuri Keterkaitan Oseanografi, Iklim, dan Fenomena Cuaca Ekstrem

Seri ke-6 GEOINSIGHT mengangkat tema iklim melalui judul “When the Ocean Meets the Sky: Unraveling the Relationship Between Oceanography and Tornado Phenomena in Indonesia”. Kegiatan ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom pada Sabtu, 15 November 2025, dengan menghadirkan Saat Mubarrok, Ph.D. (Dosen Oseanografi ITB) dan Irfans Maulana Firdaus, M.Si. (Doctoral Student of Geophysics Department, Tohoku University) sebagai narasumber.

Pada sesi pertama, Irfans Maulana Firdaus, M.Si. (Doctoral Student of Geophysics Department, Tohoku University) membahas fenomena tornado dari sudut pandang geofisika dan dinamika atmosfer. Pemaparan diawali dengan penjelasan mengenai tornado sebagai kolom udara berputar kuat yang terbentuk dari sistem badai konvektif dan mampu menimbulkan dampak signifikan dalam waktu singkat. Selanjutnya, dijelaskan proses pembentukan tornado yang dipengaruhi oleh ketidakstabilan atmosfer, geser angin, serta interaksi dinamika atmosfer pada berbagai skala. Paparan ini memberikan gambaran dasar mengenai mekanisme atmosfer yang melatarbelakangi kejadian angin ekstrem, khususnya di wilayah tropis.

Pada sesi berikutnya, Saat Mubarrok, Ph.D. (Dosen Oseanografi ITB) memaparkan keterkaitan laut dan atmosfer melalui pendekatan Earth System Model (ESM) dalam kajian iklim. Ia menjelaskan bahwa sistem iklim bumi merupakan sistem yang kompleks dan saling terhubung, mencakup interaksi antara atmosfer, samudra, daratan, es, dan biosfer. Melalui pendekatan ini, dinamika laut–atmosfer dapat dipahami secara lebih menyeluruh, khususnya dalam kaitannya dengan perubahan iklim dan kemunculan cuaca ekstrem.

Pembahasan tersebut dilengkapi dengan pengenalan Coupled Model Intercomparison Project (CMIP) sebagai kerangka global dalam pengembangan dan evaluasi model iklim. CMIP memungkinkan perbandingan berbagai model iklim dari institusi berbeda untuk memahami variasi dan ketidakpastian proyeksi iklim. Melalui GEOINSIGHT #6, mahasiswa Geofisika FMIPA Universitas Mulawarman diajak untuk melihat fenomena iklim dan cuaca ekstrem sebagai bagian dari sistem bumi yang saling terhubung, serta pentingnya pendekatan lintas disiplin dalam mendukung pemahaman ilmiah dan upaya mitigasi ke depan.