GeoInsight Series #8: Memahami Potensi Gempabumi dan Tsunami di Indonesia
Program Studi Geofisika FMIPA Universitas Mulawarman bekerja sama dengan HAGI Student Chapter Universitas Mulawarman kembali menyelenggarakan GeoInsight Series #8 yang mengangkat tema "Potensi Gempabumi dan Tsunami di Indonesia" pada 30 Juni 2026 secara daring. Kegiatan ini menghadirkan Admiral Musa Julius, S.Tr., M.Han. dari Pusat Gempabumi dan Tsunami, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai narasumber, serta diikuti oleh sekitar 50 peserta yang terdiri atas mahasiswa dan civitas akademika.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan dasar-dasar ilmu gempabumi dan tsunami, mulai dari proses pergerakan lempeng tektonik, mekanisme terjadinya gempa bumi, hingga proses pembentukan tsunami. Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai kondisi tektonik Indonesia yang berada pada pertemuan beberapa lempeng aktif, sehingga menjadikan Indonesia sebagai salah satu wilayah dengan tingkat aktivitas seismik tertinggi di dunia.
Materi yang disampaikan turut membahas persebaran sumber gempabumi dan tsunami di Indonesia, sejarah kejadian tsunami di berbagai wilayah, serta potensi bahaya kebencanaan yang dimiliki Indonesia. Selain itu, narasumber mengulas aktivitas kegempaan di Pulau Kalimantan, termasuk keberadaan sesar aktif, sejarah gempa-gempa signifikan, serta potensi ancaman tsunami di wilayah Kalimantan Timur dan sekitarnya. Melalui pembahasan tersebut, peserta memperoleh pemahaman bahwa meskipun Kalimantan memiliki tingkat aktivitas seismik yang relatif lebih rendah dibandingkan wilayah lain di Indonesia, potensi bahaya gempabumi tetap perlu diwaspadai.
Selain membahas tsunami yang dipicu oleh aktivitas tektonik, materi juga mengangkat fenomena tsunami non-tektonik akibat letusan gunung api dan longsoran bawah laut. Berbagai peristiwa besar di Indonesia, seperti tsunami Krakatau, Tambora, Flores, Palu, hingga Anak Krakatau, dipaparkan sebagai pembelajaran penting dalam memahami karakteristik bencana geologi sekaligus memperkuat upaya mitigasi berbasis multi-bahaya.
Pada akhir sesi, narasumber menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur tahan gempa, penyusunan rencana evakuasi, edukasi kebencanaan, serta pemanfaatan informasi resmi dari BMKG. Peserta juga diperkenalkan pada indikator masyarakat dan sekolah siaga tsunami sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.
Melalui penyelenggaraan GeoInsight Series #8, Program Studi Geofisika FMIPA Universitas Mulawarman bersama HAGI Student Chapter Universitas Mulawarman terus berkomitmen menghadirkan ruang pembelajaran yang memperkaya wawasan di bidang geosains, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana geologi.