GeoInsight Series #9: Mengidentifikasi Risiko Bawah Permukaan Melalui Pemanfaatan Data Seismik

Pemanfaatan data seismik tidak hanya berperan dalam eksplorasi hidrokarbon, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mengidentifikasi berbagai potensi bahaya bawah permukaan (subsurface geohazards) yang dapat memengaruhi keselamatan dan keberhasilan operasi migas. Topik tersebut menjadi pembahasan dalam GeoInsight Series #9 bertajuk "Navigating Subsurface Risks: Leveraging Seismic Data for Geohazard Identification" yang diselenggarakan oleh Program Studi Geofisika FMIPA Universitas Mulawarman secara daring melalui Zoom Meeting pada Minggu, 26 Juli 2026. Kegiatan ini menghadirkan Gadang Gentur Wihardy, S.Si., M.Si., Senior GGR Engineer WOPD – Pertamina Hulu Mahakam (PHM), sebagai narasumber.

Dalam pemaparannya, Gadang Gentur Wihardy menjelaskan pentingnya identifikasi geohazard sebagai bagian dari mitigasi risiko pada kegiatan eksplorasi dan pengembangan lapangan migas. Berbagai potensi bahaya yang dapat dijumpai, seperti shallow gas, gas hydrate, shallow water flow, tubuh karbonat, hingga kondisi dasar laut yang tidak stabil, diperkenalkan beserta karakteristik dan dampaknya terhadap operasi pengeboran. Melalui sejumlah contoh interpretasi data seismik, peserta memperoleh gambaran mengenai bagaimana informasi bawah permukaan dimanfaatkan untuk mengenali zona-zona yang berpotensi menimbulkan risiko sebelum kegiatan pengeboran dilakukan.

Narasumber turut memperlihatkan bagaimana interpretasi seismik, atribut seismik, dan analisis Amplitude Versus Offset (AVO) dimanfaatkan untuk mengidentifikasi berbagai potensi geohazard bawah permukaan. Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan penerapan Shallow Gas Assessment (SGA) sebagai salah satu pendekatan dalam mengevaluasi keberadaan gas dangkal melalui integrasi data geologi dan geofisika. Berbagai studi kasus yang disampaikan menunjukkan bahwa hasil interpretasi seismik menjadi dasar penting dalam menentukan lokasi sumur, meminimalkan risiko operasional, serta mendukung pelaksanaan eksplorasi yang lebih aman dan efisien.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi diskusi yang membahas tantangan identifikasi geohazard, perkembangan teknologi interpretasi seismik, serta penerapannya di industri migas. Melalui GeoInsight Series #9, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai pemanfaatan data seismik dalam mitigasi risiko bawah permukaan, tetapi juga mendapatkan wawasan mengenai peran strategis geofisika dalam mendukung pengambilan keputusan pada industri energi. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat keterkaitan antara pembelajaran akademik dengan praktik profesional serta mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan di dunia kerja. masyarakat umum mengenai pentingnya kolaborasi antara ilmu geofisika, geologi, dan industri pertambangan dalam menghadapi tantangan kebutuhan energi masa depan. Melalui kegiatan ini, Program Studi Geofisika FMIPA Universitas Mulawarman terus berkomitmen menghadirkan forum ilmiah yang mendorong pengembangan pengetahuan, mempererat jejaring akademik dan profesional, serta mendukung pemanfaatan sumber daya mineral secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.