Yudisium Gelombang I Tahun 2026: Mahasiswa Geofisika Unmul Angkat Riset Geosains untuk Energi dan Kebencanaan

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mulawarman kembali menggelar Yudisium Gelombang I Tahun 2026, menandai selesainya perjalanan akademik sejumlah mahasiswa tingkat akhir dari berbagai program studi, termasuk Program Studi Geofisika. Delapan mahasiswa Geofisika yang turut serta dalam yudisium ini telah menuntaskan penelitian skripsi yang mencerminkan luasnya cakupan ilmu geofisika — dari eksplorasi sumber daya alam, identifikasi potensi air tanah, hingga kajian mitigasi bencana yang berakar pada kondisi nyata wilayah Kalimantan Timur.

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian-penelitian tersebut beragam, meliputi interpretasi seismik multi-atribut, well logging, metode magnetotellurik, hingga geolistrik. Keberagaman ini bukan sekadar variasi teknis, melainkan cerminan dari kemampuan mahasiswa dalam memilih dan menerapkan metode yang paling sesuai untuk menjawab persoalan spesifik di lapangan.

Putri Arista Azzahra (Angkatan 2020) menghadirkan perspektif yang menarik melalui kajian "Kajian Zona Nilai Tanah Berdasarkan Kawasan Risiko Bencana Prioritas di Kecamatan Balikpapan Selatan." Penelitiannya menghubungkan aspek spasial nilai lahan dengan tingkat risiko bencana, menghasilkan evaluasi wilayah yang relevan bagi perencanaan pembangunan yang lebih mempertimbangkan faktor keselamatan lingkungan.

Brayen (Angkatan 2021) mengarahkan penelitiannya pada "Identifikasi Sebaran dan Ketebalan Lapisan Batubara Berdasarkan Data Well Logging di PT. BBE (Bukit Baiduri Energi)." Melalui interpretasi data logging sumur, penelitian ini menghasilkan gambaran distribusi seam batubara yang dapat mendukung perencanaan penambangan secara lebih efisien dan terukur.

Insyirah Salsatri Rusdinur (Angkatan 2021) melakukan penelitian "Identifikasi Penentuan Lapisan Akuifer Berdasarkan Data Well Logging (Log Gamma Ray, Log Resistivity, dan Log Self Potential) di Bandar Udara Internasional Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan." Penelitian ini berfokus pada interpretasi kombinasi beberapa parameter logging untuk mengidentifikasi karakteristik litologi dan keberadaan lapisan akuifer di bawah permukaan kawasan bandara, sehingga dapat memberikan gambaran kondisi hidrogeologi wilayah tersebut.

Adelia Putri Vinata (Angkatan 2021) melanjutkan dengan "Penentuan Target Pengeboran Zona Gas Dangkal Menggunakan Interpretasi Seismic Driven Machine Learning dan Amplitude Versus Offset di Delta Mahakam." Penelitian ini memadukan interpretasi seismik berbasis machine learning dan analisis amplitude versus offset, mencerminkan arah perkembangan geofisika eksplorasi modern yang semakin mengintegrasikan kecerdasan buatan sebagai alat bantu interpretasi yang andal.

Angelica (Angkatan 2021) memfokuskan penelitiannya pada "Analisis Zona Kerawanan Bencana Tanah Longsor di Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda." Pemetaan tingkat kerawanan yang dihasilkan tidak hanya bernilai akademis, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara langsung sebagai referensi dalam upaya pengurangan risiko bencana dan penataan ruang wilayah yang lebih aman bagi masyarakat setempat.

Martita Cahyani (Angkatan 2021) mengkaji "Analisis Potensi Air Tanah Berdasarkan Nilai Beda Potensial Menggunakan Metode Magnetotellurik di Kelurahan Sempaja Utara, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur." Di tengah kebutuhan air bersih yang terus meningkat seiring pertumbuhan kota, penelitiannya menawarkan pendekatan geofisika yang aplikatif untuk mengidentifikasi zona penyimpan air tanah berdasarkan respons elektromagnetik batuan bawah permukaan.

Devita Auria Junita Dewi (Angkatan 2021) menyelesaikan "Identifikasi dan Karakterisasi Karbonat Menggunakan Metode Multi-Atribut Seismik di Delta Mahakam, Kalimantan Timur." Dengan memanfaatkan kombinasi atribut seismik, penelitiannya berhasil mengungkap karakteristik batuan karbonat yang berpotensi menjadi reservoir hidrokarbon — sebuah kontribusi yang relevan mengingat Delta Mahakam merupakan salah satu wilayah eksplorasi paling strategis di Indonesia bagian timur.

Marco Zhaky Abidzar Akbar (Angkatan 2020) menutup barisan lulusan Prodi Geofisika pada yudisium ini melalui "Identifikasi Zona Lemah (Weak Zone) Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Wenner–Schlumberger untuk Pencegahan Bencana (Landslide)." Dengan mendeteksi zona bawah permukaan yang berpotensi menjadi bidang gelincir, penelitiannya memberikan landasan ilmiah yang konkret bagi upaya mitigasi sebelum bencana terjadi.

Keseluruhan penelitian yang dihasilkan pada Yudisium Gelombang I Tahun 2026 ini memperlihatkan bahwa ilmu geofisika tidak berdiri sendiri sebagai disiplin teknis semata, melainkan terhubung erat dengan kebutuhan industri, pengelolaan lingkungan, dan keselamatan masyarakat. Kontribusi para lulusan Prodi Geofisika FMIPA Universitas Mulawarman diharapkan terus berkembang — tidak hanya dalam catatan akademik, tetapi juga dalam dampak nyata yang mereka hadirkan di dunia profesional dan kehidupan masyarakat luas.